Di sutradai Tim Burton, sebuah parody dan remake dari novel dan film Frankenstein. Di IMDb dikasih score 7.6, rotten tomatoes memberikan rating 89% fresh dan mendapat keuntungan sampai 49 juta dollar.
Kisahnya sama, adegannya juga ada yang mirip. Konsepnya sangat menarik. Victor Frankenstein anak yang sopan, pintar, berbakat jadi ilmuwan (atau pembuat film). Sayangnya dia lebih suka sendirian dan hanya ditemani anjing kesayangannya, Spark. Ayahnya yg khawatir Victor tiba bisa bertahan di dunia sosial mengajaknya lebih berani dengan bermain baseball. Dan kemudian, karena bola homerun pertamanya, Spark meninggal (kasihan... Aku jg pelihara anjing di rumah).
Victor yg masih tidak rela Spark pergi mendapat ide dari pelajaran sains di sekolah, dan menjalankan eksperimen. Voila, ekperimennya sukses. Spark hidup kembali berkat listrik tapi masih ada bencana yg harus dihadapi mereka berdua.
Well... Seperti yg kubilang, sampai sini konsep ceritanya bagus. Sebagai manusia, rasa kehilangan adalah hal yg wajar. Banyak cara yg dilakukan manusia untuk menghadapinya. Salah satunya ya caranya Victor (manusiawi sekali yah).
tapi yg salah adalah endingnya. Gw sampai akhir benar2 berharap kalau Spark benar2 mati. Tapi ternyata tidak. Bahkan para orangtua membantu menghidupkan kembali Spark. Ini film keluarga kan? kenapa Disney? bentar lagi gw bikin meme nih
Disney... Y U not let Spark rest in the ending?
kenapa memaksa akhir bahagia dgn menghidupkan Spark kembali? jangan tipu penonton dengan kata2 eksperimen dgn cinta, orangtua yang mensupport anaknya, atau aku merelakan kalo hasilnya seperti itu!
Hilang sudah pesan moral yg di dapat, seolah2 dgn kematian bisa dikalahkan dengan usaha manusia (usaha anak kecil, lebih tepatnya). kalaupun nanti jadi bencana, itu karena kau tidak punya cinta. Cobalah lagi, meskipun kau gagal berkali2.
hmmm apa itu bukan brainwash yg berbahaya buat anak2? kenapa semuanya bilang ini film yg cocok buat keluarga? ratingnya PG loh! kalo liat konsepnya sih, harusnya lebih tinggi lagi.
Aiiissshhh.... Mungkin hanya perasaan gw aja. Ya, mungkin gw terlalu sensi sama yg beginian. Apalagi waktu gw baca di blog lain, semua memuji film ini. Ada.juga yg punya pemikiran sama kayak gw, tapi tetap saja...
Yah... Karena yg di web ga bisa dibuka. Review singkat ini aja dulu. Detil.lainnya menyusul.
Thank You....
New loading...........
Kisahnya sama, adegannya juga ada yang mirip. Konsepnya sangat menarik. Victor Frankenstein anak yang sopan, pintar, berbakat jadi ilmuwan (atau pembuat film). Sayangnya dia lebih suka sendirian dan hanya ditemani anjing kesayangannya, Spark. Ayahnya yg khawatir Victor tiba bisa bertahan di dunia sosial mengajaknya lebih berani dengan bermain baseball. Dan kemudian, karena bola homerun pertamanya, Spark meninggal (kasihan... Aku jg pelihara anjing di rumah).
Victor yg masih tidak rela Spark pergi mendapat ide dari pelajaran sains di sekolah, dan menjalankan eksperimen. Voila, ekperimennya sukses. Spark hidup kembali berkat listrik tapi masih ada bencana yg harus dihadapi mereka berdua.
Well... Seperti yg kubilang, sampai sini konsep ceritanya bagus. Sebagai manusia, rasa kehilangan adalah hal yg wajar. Banyak cara yg dilakukan manusia untuk menghadapinya. Salah satunya ya caranya Victor (manusiawi sekali yah).
tapi yg salah adalah endingnya. Gw sampai akhir benar2 berharap kalau Spark benar2 mati. Tapi ternyata tidak. Bahkan para orangtua membantu menghidupkan kembali Spark. Ini film keluarga kan? kenapa Disney? bentar lagi gw bikin meme nih
Disney... Y U not let Spark rest in the ending?
kenapa memaksa akhir bahagia dgn menghidupkan Spark kembali? jangan tipu penonton dengan kata2 eksperimen dgn cinta, orangtua yang mensupport anaknya, atau aku merelakan kalo hasilnya seperti itu!
Hilang sudah pesan moral yg di dapat, seolah2 dgn kematian bisa dikalahkan dengan usaha manusia (usaha anak kecil, lebih tepatnya). kalaupun nanti jadi bencana, itu karena kau tidak punya cinta. Cobalah lagi, meskipun kau gagal berkali2.
hmmm apa itu bukan brainwash yg berbahaya buat anak2? kenapa semuanya bilang ini film yg cocok buat keluarga? ratingnya PG loh! kalo liat konsepnya sih, harusnya lebih tinggi lagi.
Aiiissshhh.... Mungkin hanya perasaan gw aja. Ya, mungkin gw terlalu sensi sama yg beginian. Apalagi waktu gw baca di blog lain, semua memuji film ini. Ada.juga yg punya pemikiran sama kayak gw, tapi tetap saja...
Yah... Karena yg di web ga bisa dibuka. Review singkat ini aja dulu. Detil.lainnya menyusul.
Thank You....
New loading...........
posted from Bloggeroid